This is the story about my mom as a good woman.. please read my story about my mom as a good girl πŸ™‚

Setelah melalui masa kecil yang tak terbayangkan (di mata saya), mami menghabiskan masa remaja dengan bersekolah sambil menjaga toko Akong dan tetap mengurusi rumah tangga dengan dibantu adik2nya.. mami sudah lancar menjahit saat itu.. hingga remaja mami tidak pernah mengenal Tuhan karena tidak pernah diajarkan pendidikan agama apapun dirumah, dan mami hanya mengetahui keberadaan Tuhan dengan ikut2an kepercayaan orang2 di sekelilingnya..

Mami berpacaran dengan papi, anak pensiunan PT Timah (pegawai negeri) yang pandai bertukang (menjadi kuli yang bangun2 rumah) dan membuat furniture dari kayu.. papi memperoleh bakat dalam hal pertukangan dari sang ayah (Alm. Kung2), yang meskipun statusnya karyawan PT Timah tapi tidak pernah bekerja dikantor, karna setiap hari mengerjakan pesanan furniture untuk dijual ke para karyawan dan pejabat PT Timah..

Mami dan papi menikah di kampung asalnya secara hukum, tidak menikah secara agama karena mereka belum mengenal Tuhan saat itu.. (mereka belakangan menikah secara agama setelah masuk gereja Katolik di Jakarta).. ketika menikah mami memutuskan mau berbulan madu ke ibukota, Jakarta, yang selama ini hanya bisa dilihatnya dari layar TV dan merupakan tempat yg paling ingin dikunjunginya..

Ternyata mami jatuh cinta pada kunjungan pertama di Jakarta.. dia melihat segala sesuatu yang tak pernah dilihatnya di kampung.. gedung2 perkantoran megah di Sudirman, mall2 besar dan mewah di Senayan, universitas bagus dan besar di Grogol, monas, pantai ancol, dufan, gedung2 pemerintahan pusat di monas-thamrin, termasuk Bank Indonesia dan bank2 lainnya yang tersebar di seluruh pelosok ibukota..

Mami langsung berpikir bahwa di ibukota inilah dia mau melahirkan dan membesarkan anak2nya.. disinilah mami merasa masa depan anak2nya akan lebih baik daripada dirinya.. mami ingin anaknya sekolah setinggi mungkin dan mendapat pekerjaan yg keren di antara gedung2 perkantoran megah yg dia temui di Jakarta πŸ™‚ mami memang ingin sekali memiliki pendidikan tinggi namun dikampungnya bahkan universitas untuk S1 saja belum ada (hingga saat ini)..

Mami dengan pikiran naifnya langsung mengatakan pada papi bahwa lebih baik mereka tidak kembali ke kampung tapi menetap di ibukota saja.. pada saat itu mereka belum mengetahui bahwa kehidupan ibukota lebih kejam daripada ibu tiri.. mereka tidak tahu bahwa di Jakarta tidak seperti dikampung yang mau kerja apa saja pasti bisa menghasilkan uang.. disini sangat sulit mencari pekerjaan, terutama karena mereka berdua tidak pernah merasakan bangku kuliah..

Dengan mengandalkan sedikit tabungan yg mereka miliki dari kampung, termasuk sumbangan dari kedua org tua mereka, mami dan papi benar2 memutuskan hidup di jakarta setelah menikah.. saya sungguh salut dengan mereka yg rela meninggalkan segala kenyamanan yg mereka miliki di kampung halaman, dan memutuskan utk berjuang sangat keras di jakarta demi masa depan anak2nya, pindah dari 1 kontrakan ke kontrakan lainnya, bekerja serabutan, hingga Berkat Tuhan mencukupi utk mereka membeli rumah pertamaΒ danΒ rumah tersayang mereka πŸ™‚

Mami melahirkan anak pertamanya setahun lebih setelah Ia tinggal di ibukota.. pesan utama dari mami mengenai kehamilan adalah : bagaimana dirinya sebagai calon ibu saat itu mati2an memaksakan diri makan segala makanan yg mengandung vitamin dan segala hal baik demi tumbuh kembang otak calon bayinya didalam perut..

mami sangat ingin punya anak2 yg cerdas, karena dirinya sadar hanya dengan kecerdasanlah anak2nya akan sanggup bertahan hidup.. meskipun keadaan ekonomi buruk, mami tetap memaksa menggunakan dokter yg terbaik, susu ibu hamil dan anak yg terbaik, minum vitamin dan obat2an yg paling bagus.. meskipun hati, otak sapi dan makanan2 bergizi tinggi sangat tidak enak, bau dan mahal, mami memaksakan diri membuat dan memakannya rutin setiap hari, karena dokternya saat itu mengatakan makanan2 itu bagus untuk kecerdasan bayinya.. *perkembangan jaman membuat saya tidak tahu apakah hal2 ini masih relevan di masa sekarang*

meskipun ketiga anak mami tidak cantik, meskipun ekonomi keluarga tidak baik, tapi mami boleh bangga memiliki anak2 yg berprestasi dan cukup menonjol dalam bidang akademis..

pada tahun 1990, mami pertama kalinya mengenal Tuhan.. berulang kali mami diajak ke gereja oleh saudara papi disini, tapi dia tidak pulang dari gereja dengan sukacita.. satu ketika mami sedang terdampar di daerah petak 9, pancoran untuk membeli keperluan menjahitnya.. kondisi fisik mami tidak baik karena sedang mengandung (saya) didalam perutnya, ditambah hujan yg turun, membuat dia tidak bisa langsung pulang kerumah.. ketika jalan kaki mami tak sengaja lewat gereja St. Maria de Fatima, Toasebio (sekolah Ricci) yg sedang diadakan misa kudus didalamnya.. untuk berlindung dari hujan mami memutuskan masuk kedalam gereja dan ikut misa kudus disana..

mami merasakan perasaan yg berbeda, sangat jauh dibandingkan pengalamannya ke gereja sebelum ini.. saya percaya saat itu mami dijamah oleh Roh Kudus, bahkan mami mengatakan saya yg masih didalam perutnya saat itu kesenangan ketika mengikuti misa kudus pertama saya.. mami pulang dengan hati yg sangat sukacita dan damai setelah mengikuti misa kudus pertama didalam hidupnya..

mami memutuskan mendatangi gereja katolik didekat rumah, berkenalan dengan pastor paroki, dikenalkan pada berbagai kegiatan gereja dan ikut misa kudus rutin setiap minggunya.. mami ikut belajar katekumen lalu dibaptis secara katolik.. untuk pertama kali setelah hidup 20 tahun lebih saat itu, mami memiliki agama, Tuhan, iman dan mulai berdoa πŸ™‚ sayapun dimasukkan kedalam gereja katolik segera setelah saya lahir (baptis bayi) saya dan mami adalah orang katolik pertama dalam keluarga besar kami πŸ˜€

tidak lama setelahnya, papi dan cc saya ikut katekumen dan masuk dalam gereja katolik juga.. lalu ketika adik saya lahir juga lgsg dibaptis bayi.. Puji Tuhan perjalanan iman keluarga kami sangat tenang, hingga saat ini kami belum pernah diberikan cobaan yg sampai menguji iman kami kepada Tuhan.. mami saya tetap setia pelayanan di lingkungan dan paroki, tetap rutin mengikuti misa pagi setiap subuh..

saya diajarkan pelayanan sejak umur 8 tahun, dan setelah 16 tahun berlalu saya masih tetap mencintai Tuhan dan masih dalam perjuangan untuk belajar setia hingga akhir πŸ™‚Β saat ini saya masih berjuang menjadi wanita yg hebat seperti mami..

happy mothers day for all wonderful indonesian moms here ^___^

and special for my mom, thank you for loving me the way I am.. no words can say how thankful I am to be your daughter ❀

 

wpid-img_20131209_085615.jpg

I (again) forced to take her pictureΒ  at Lotte Shopping Avenue – Kuningan – South Jakarta

 

ps : saya akan menamatkan kisah mami dengan cerita my mom as a good mother pada momen yg tepat πŸ™‚

with love,

Mey

Advertisements