let me tell you a true story about someone that I know in my entire life, the person who introduced me to God and to this world.. I’m so lucky that in 24 years of my life, I got to know her not only as a mother who delivered and raised me, but I can understand her as a little girl, a teenager, an adult woman, a wife and as a mother of 3,, and I believe that God will grant her longevity and health so I can still look after her as an old lady and a grandmother šŸ™‚

 

my mom was a good girl

mami lahir di suatu pulau terpencil di Sumatra sebagai anak pertama dari 6 bersaudara.. kedua orang tuanya (Akong dan Almarhum Ama) perantau dari luar, seperti kebanyakan masyarakat keturunan Chinese di Indonesia pada masa itu šŸ™‚ sebagai perantau mereka tidak memiliki pendidikan tinggi yang memang dijaman itu dan dipulau itu tidak dibutuhkan utk bertahan hidup..

karena kesibukan Akong dan Ama bekerja siang malam (ngurus sawah/kebon/ternak/hutan) membuat mami berperan jadi ibu sekaligus pembantu bagi ke-5 adiknya.. Akong dan Ama orang cina yg kuno dan sangat rajin bekerja, lagipula dijaman itu dan dipulau itu, bekerja hanya membutuhkan tenaga dan kerajinan setiap saat, bukan modal kepandaian seperti jaman sekarang.. disana hutan/sawah/kebon/ladang/ternak tidak ada pemiliknya, sehingga siapapun yang mau bekerja disana bisa menjual dan menikmati hasilnya sendiri.. istilahnya yang rajin menggarap yang dapat uang šŸ™‚ *kalau masa sekarang ada tanah tanpa pemilik pasti ada orang serakah yg menguasai hasilnya sendirian*

sejak kecil mami terlatih menggantikan peran Ama sebagai ibu rumah tangga, mulai dari subuh2 ke kebon belakang rumah petik sayur, memasak untuk makan sekeluarga (lalu dibungkus utk Akong dan Ama bawa kerja) cuci pakaian, setrika arang, beresin rumah, mandiin dan suapin makan adik2nya, semua dilakukan mami, bukan Ama.. Akong dan Ama hanya tau bekerja dan pulang2 rumah udah diberesin oleh mami seorang..

kebetulan adik mami urutannya laki2 dulu 3 orang, baru yg terkecil perempuan 2 org lagi.. adik laki2 jelas sibuknya main dan berantakin rumah, sedangkan yg 2 perempuan terlalu kecil utk bisa bantuin mami urus rumah.. oiya mami yang mengurus dan merawat Ama ketika melahirkan 2 adik perempuannya.. mami sudah umur 7 tahun ketika adik perempuan yg besar lahir, dan adik terakhir lahir saat mami kelas 3 SD umur 12 tahun..

menjelang mami umur 10 tahun (saat itu adiknya masih 4 orang), kedua adiknya yg terbesar sudah masuk sekolah SD (jaman itu blm ada TK).. mami mulai merasa dibedakan dan protes ke Akong, kenapa adik2 sekolah sedangkan mami ga sekolah.. tentu alasan Akong ga sekolahin mami bukan karna biaya, karna biaya SD di kampung sangat murah.. alasannya karna kalau mami sekolah siapa yang urus rumah dan adik2 sedangkan Ama dan Akong juga sibuk di kebon dll..

karena mami sangat ingin bisa belajar dan sekolah, dia mulai memaksa Akong minta disekolahin, dengan janji urusan rumah akan tetap beres tanpa terganggu waktu sekolah.. akhirnya Ama yg setengah mati memperjuangkan supaya mami dimasukkan sekolah juga, sama seperti adik2nya.. (pada saat itu pola pikir Akong masih kuno dan menganggap sekolah tidak penting buat anak perempuan, untungnya Ama sebagai ibu yg melahirkan mami bisa mengerti dan memperjuangkan keinginan mami)

mami mulai masuk SD di usia 10 tahun, dan harus menanggung malu bergaul dengan teman2 sekelas yang semua lebih muda 4 tahun dari dia.. akibat sekolah mami setiap hari harus bangun jam 4 subuh, ke kebon petik sayur, masak nasi (pakai dandang), sayur dan lauk untuk sekeluarga, lalu mandiin adik2nya dan siapin keperluan sekolah adik yg besar dan suapin makan adik yg kecil, baru mami berangkat sekolah.

pulang sekolah disaat teman2nya semua ajak main masak2an dan lompat tali (karet), mami harus langsung kerumah karena sang adik sudah menunggu untuk disuapin makan dan sang rumah sudah menunggu untuk dibersihin dari segala pakaian dan piring kotor.. (lagian ngapain mami main masak2an kalo dari kecil udah masak beneran buat sekeluarga hehe)

tidur siank adalah hal yang tidak pernah dirasakan mami dimasa kecil, bahkan untuk belajar dirumah juga tidak punya waktu akibat pekerjaan rumah tangga dan adik2nya yg setiap jam bisa beda2 permintaannya (ada yg nangis kelaparan, ada yg berantem berebutan mainan, ada bayi yg merengek minta digendong dan minta perhatian, ada yang maksa dianter keluar rumah untuk main sama anak2 kecil lain dan mami wajib jagain). untungnya meskipun ga pernah belajar prestasi mami di sekolah selalu paling bagus dan dapet ranking 1 *iyalah umurnya paling tua šŸ˜›

selain bangun paling pagi mami juga tidur paling malam di rumah, karena Akong dan Ama lelah bekerja dan kehabisan tenaga setiap sampai dirumah sehingga mami yang harus membereskan rumah dan menunggu semua adik2nya tidur baru bisa tidur malam.. hanya satu yang tidak dapat mami lakukan yaitu membantu adik laki2nya mengerjakan tugas sekolah, karena mereka sudah SMP ketika mami masih di SD..

suatu ketika mami sedang jagain adiknya main diluar rumah dan dia liat teman2 sekolahnya yang perempuan main lompat karet, mami sebenarnya mau ikut main tapi takut karena adiknya harus selalu diawasin.. berhari2 melihat teman2nya main membuat mami ga tahan dan pengen coba lompat karet juga, tapi sayangnya mami ga punya celana street (celana ketat yg dipakai anak2 perempuan didalam rok sekolahnya) untuk main, sedangkan kalau main lompat karet cuma pakai rok pasti malu..

besok2nya mami modal nekat pergi kerumah tetangganya yang punya mesin jahit dan pinjam mesin untuk menjahit celana ketat supaya dia bisa main lompat karet.. celana ketat itu adalah hasil karya mami pertama dan keinginan main lompat karet adalah motivasi pertama yang di kemudian hari membuat mami jadi penjahit hebat *mami memang penjahit hebat bukan saja menurut anaknya, tapi menurut semua orang yang pernah menggunakan pakaian hasil jahitan mami, terutama para pelanggan batik danar hadi šŸ™‚

sejak berhasil menjahit celana ketat sendiri, mami mulai rajin membawa adiknya main di rumah tetangga sehingga dia bisa meminjam mesin jahit dan belajar sendiri.. mami bercita2 menabung uang untuk beli mesin jahit sendiri saat itu..

sehebat2nya mami menjaga adik2nya, pernah terjadi suatu kecelakaan ketika mami remaja sedang sibuk dirumah.. mendadak sang adik perempuan yg terkecil (selisih 12 tahun dari mami) jatuh dari ranjang dan nangis kesakitan.. Ama langsung marah dan memukuli mami karna dianggap tidak benar menjaga adik..

setelah menyelesaikan sekolahnya dan adik2 perempuannya sudah cukup besar untuk berbagi pekerjaan rumah tangga, mami bekerja di toko Akong, toko kelontong yang menjual segala kebutuhan mulai dari beras dan sembako hingga jepit rambut dan mainan anak2 (semacam warung besar/toserba di masa sekarang).. saat itu Akong memang sudah membuka toko sendiri tetapi masih sibuk menggarap lahan/kebon/sawah dll.. *bahkan hingga sekarang Akong sudah berusia 70 lebih masih melakukan hal2 tersebut di kampung sana, dan keenam anaknya tidak berhasil melarang dia melakukan hal yang sangat dia sukai itu, terutama sejak kepergian Ama pada 2011*

di masa remaja mami tidak berani bergaul dengan teman laki-laki, karena Ama tidak pernah mengajarkannya.. meskipun cukup banyak laki-laki yang berusaha menarik perhatiannya, mami tidak mengerti bagaimana memilih laki-laki yang benar dan baik untuk menjadi suaminya.. mami remaja memang sangat cantik jika dilihat dari foto2 masa remajanya, tentunya ini penilaian subjektif dari sang anak šŸ˜€

seluruh kisah masa kecil mami membuat saya mengerti betapa Ia adalah seorang anak kecil yang baik dan berbakti terhadap orang tuanya.. she was a good girl, and next I will tell you how good she is as a woman and as a mother, about how she found her true love (my dad) and moved to Jakarta (my hometown), where she found her TRUE LOVE (my Jesus)..

ketika saya mendengar semua cerita mami tentang masa kecilnya yg begitu menyedihkan, saya selalu mengatakan kalau saya tidak sayang pada Akong dan Ama karna mereka kejam terhadap mami, orang yang paling saya sayang.. tapi mami bilang dia tidak pernah marah pada kedua orangtuanya, bahkan dia adalah anak yang paling sayang pada mereka dibanding kelima adiknya yang lain.. dan mami selalu berpesan saya harus sayang pada Akong dan Ama, karna tanpa mereka mami tidak akan menjadi mami yg hebat yg saya kenal saat ini..

semua kenangan masa kecil mami membuat Ia begitu menyayangi dan memanjakan kami anak2nya.. dia membayar semua keindahan masa kecil yang tidak didapatkannya untuk dirasakan oleh anak2nya.. thats why I always feel that I am the happiest girl šŸ™‚

Happy Birthday to the greatest woman of my life! thank you for always been here for me through my good and bad days..Ā  she’s the one who made me ready to face the real world, the world that she may not understand nowadays.. the one who never fail to motivate me to carry on with life every single day with her sound advice.. and the most important, the one who sacrificed the most for our family… I love you to the bits and pieces!

PS : I’m writing this with her favorite color..

 

wpid-2014-08-27-21.07.33.jpg.jpeg

I forced to take her picture during our last midnight sale festival in Mall Kelapa Gading, North Jakarta

 

 

 

14 September 2014

Mey

Ā 

Advertisements